Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2020
Menghadapi Pertahanan Diri Belajar melakukan wawancara yang efektif merupakan bagian inti dalam melakukan nyaris semua bentuk asesmen atau intervensi. Walau bagaimanapun, ketidakpastian dalam proses wawancara dapat menyulitkan bahkan menciutkan nyali. Setiap klien menghadapkan terapis pada karakter dan situasi yang berbeda, sehingga membatasi kemampuan terapis dalam mengontrol jalannya wawancara. Masalah paling umum yaitu pertahanan diri klien, yang menghambat kelangsungan dan transparansi wawancara. Karena itu, pemahaman yang memadai tentang sikap defensif merupakan bagian inti dalam kompetensi pewawancara. Jika pewawancara tidak memahami mengenai pertahanan diri dan cara menanganinya secara efektif, wawancara klinis kemungkinan besar akan menyebabkan rasa frustasi atau bahkan tak efektif bagi klien maupun pewawancara. Aktivitas klinis paling produktif ketika klien dan praktisi bekerjasama. Reaksi-reaksi defensif dapat disalah artikan sebagai penolakan atau kegagalan usaha bek...